Ritual-Ritual Pemanggil Hujan Di Berbagai Daerah

Dengan nyanyian dan tarian mengiringinya, cara memanggil hujan, dengan ritual cara mendatangkan hujan secara alami bahkan cara mendatangkan hujan dengan cepat. Ada beberapa tarian adat di Indonesia yang di yakini sebagai pemanggil hujan. Tapi ada kalanya ada cara mengagalkan pawang hujan.

Tarian dan nyanyian yang dilakukan berfungsi untuk memanggil hujan agar tanah untuk bertani bisa tersirami. Dengan ritual menari dan berdendang selain untuk memanggil hujan, ritual juga bisa digunakan sebagai penolak bala.

Tradisi meminta hujan tidak sekedar urusan pawang hujan dan pendeta-pendeta aliran kepercayaan masa silam. Walaupun zaman sudah moderen banyak sudah teknologi yang bisa membuat hujan buatan, namun warisan leluhur tak bisa dihilangkan.
 
Ada bebrapa tarian tradisional yang digunakan sebagai pemanggil hujan antara lain masyarakat Batak dengan tarian Tortor. Bondowoso, pulau madura dengan tarian Topeng Kuna dan Rontek Singo Wulung dan lain-lain.

Hujan merupakan dambaan setiap orang di saat kekeringan melanda. Dengan berbagai cara dengan meminta bantuan pawang hujan atau orang pintar agar hujan segera turun.


Ritual-Ritual Pemanggil Hujan di Berbagai Daerah 

Hujan merupakan satu fenomena alam, dimana hujan sangat penting bagi kehidupan mahluk hidup, akan tetapi hujan juga bisa mendatangkan bencana seperti banjir, longsor dan lain lain.
 

Ketika hujan tak kunjung datang dan terjadilah kekeringan dimana-mana, masyarakat Indonesia memiliki beberapa cara tradisional untuk memanggil hujan. Dengan ritual ini dipercaya hujan akan turun.

Beberapa ritual untuk memanggil hujan dari daerah di antaranya : 

1.Unjungan

Ritual ini berasal dari Purbalingga dan Banjarnegara. dimana ritual ini menggabungkan antara seni musik, tari dan beladiri. Dimana peserta laki-laki saling memukul dengan sebilah rotan, akan tetapi yang boleh dipukul hanya bagian kaki ke bawah.
 


2. Manten Kucing

Ritual ini ada di Daerah Tulungagung tepatnya di Desa Pelem. Dalam ritual ini, sepasang kucing dimandikan di Coban Kram, dimana ritual ini dipercaya bisa membuat hujan segera turun. Ritual yang dilakukan ini mirip seperti ritual pengantin manusia. 

Warga sangat percaya dengan ritual ini bahkan para warga berebut air bekas memandikan kucing, diambil dan dibasuhkannya dimuka yang dipercaya mendapatkan berkah dan awet muda.


3. Pabatte

Ritual Pabatte berasal dari Kabupaten Jenneponto Propensi Sulawesi Selatan, di mana ritual ini diyakini masyarakat dapat mendatangkan hujan. Selain sebagai ritual memanggil hujan, kegiatan ini menjadi hiburan bagi warga setiap musim kemarau.

Ritual ini para peserta laki-laki berkelahi dengan saling menendang  sampai salah satu dari mereka ada yang jatuh. Dalam aturan ini para peserta harus mengikuti aturan yang dibuat wasit dan juri. Apabila salah satu peserta sudah jatuh maka dia dinyatakan kalah dan tak boleh mengikuti pertandingan lagi.

4. Aji Guntung Mawur

Cara memanggil hujan dengan cara mengamalkan ajian guntung mawur adalah mantra pawang hujan yang telah dilakukan sejak dulu di tanah Jawa. Untuk mengetahui lebih lanjut silahkan baca aji gantung mawur mantra pawang hujan masyarakat Jawa.

5. Becekan

Ritual Becekan bertujuan untuk memanggil hujan. Ritual ini berasal dari Kabupaten Sleman. Selain untuk memanggil hujan, ritual budaya becekan ini  warga juga memohon untuk mendapatkan kesuburan bagi tanah dan ladang.

Prosesi acara ritual budaya Becekan dimulai dari memetri sumur, kemudian upacara berlanjut di tengah sungai Gendol,  dimana ritual ini dipimpin oleh seorang modin (Kesejahteraan Rakyat).

Dalam ritual ini semuanya dilakukan oleh laki-laki mulai dari menyembeli kambing, mengulliti, hingga mengolah daging hingga menjadi gulai kambing.

Itulah beberapa ritual pemanggil hujan yang ada di daerah Indonesia, ini bisa menambah wawasan budaya, dimana kita sebagai generasi sekarang hendaklah kita melestarikan budaya leluhur. Dengan ritual budaya pemanggil hujan ini menambah destinasi pariwisata yang bisa  dikembangkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel