Tradisi Ma'nene Menjalankan Mayat Suku Toraja

Bukan sekedar editan video mayat berjalan toraja yang tertangkap kamera tapi kisah tersebut sungguh nyata bahwa ritual mayat yang dibuat sampai berjalan benar adanya. Mayat toraja disimpan didalam peti ada yang dikubur dalam batu dan ada juga yang disimpan dalam sebuah rumah.

Mayat orang masyarakat toraja tidak langsung dikuburkan tetapi disimpan di rumah, dan adat tersebut dinamakan manene. Upacara adat ma'nene berasal dari daerah toraja dimana suku toraja juga sangat dikenal di Indonesia karena etnik budayanya yang religius

Apa yang dimaksud dengan upacara ma nene??? Ritual adat dari suku orang toraja yang masih kental serta dipegang kuat, dan  konon sejak dulu ini bila belum bisa memakamkan nenek mereka dengan membuat satu acara adat artinya belum bisa untuk dikuburkan.

Bukan hanya itu saja ada juga mayat bayi yang dikuburkan dalam batang pohon taraa yang sangat besar dan tinggi di Toraja yang sekarang ini juga dijadikan sebagai tempat wisata, dimana bayi yang baru lahir atau umur mingguan yang meninggal saja dapat dikuburkan pada pohon tersebut di Daerah Tambira.


Keunikan Menjalankan Mayat Versi Suku Toraja Yang Terkenal Di Dunia

Bukan hanya di Negara kita saja suku Toraja dikenal melainkan sampai dibelahan Bumi pun orang mengenal karena keunikkan yang dimilikinya.

1. Seperti Film Resident Evil

Pastinya Anda tahu bukan tentang film berseri yang berhubungan dengan mayat hidup. Resident Evil adalah film yang terkenal di Dunia dan mirip seperti ritual yang dilakukan oleh suku Toraja yang dapat menjalankan mayat dengan membaca beberapa mantra.

Salah satu keunikan yang paling menonjol di Tana Toraja yakni ritual menjalankan mayat, layaknya film yang bertemakan mayat hidup Resident Evil. Merusak kota dan mengigit manusia yang hidup hingga menjadi mayat hidup pula.

Tapi beda dengan yang dilakukan oleh orang toraja dengan menjalankan mayat memiliki arti yakni ingin menggantikan pakaian mayat tersebut yang dikenakan selama meninggal, bukannya untuk merusak kota atau menggit orang lain.

2. Budaya Yang Dikenal Dengan Sebutan Ma'nene

Ritual menjalankan mayat suku Toraja ini juga menjadi suatu budaya turun temurun yang disebut dengan ma'nene, yang dilakukan untuk menggantikan pakaian mayat leluhur atau nenek moyang mereka seperti yang saya jelaskan pada poin pertama.

Hal ini tergolong sangat khas dan unik serta sebagai pengingat upacara ritusl Ma'nene ini dilakukan oleh masyarakat pedalaman suku Toraja Utara yakni Baruppu, upacara ini juga ditentukan waktunya yakni selama 3 Tahun sekali yang dilaksanakan pada bulan Agustus.

Upacara Ma'nene ini juga hanya boleh dilaksanakan setelah musim panen untuk memberi penghormatan dan rasa terima kasih atas hasil bumi yang telah dipanen, yang juga jatuh pada bulan Agustus.

3. Asal Muasal Terjadinya Ritual Ma'nene

Konon menurut cerita masyarakat Toraja percaya akan ritual Ma'nene ini tidak boleh dilakukan sebelum masa panen tiba, karena sawah dan ladang yang mereka miliki akan mendapatkan kerusakan yang fatal dengan datangnya hama seperti tikus dan ulat yang tidak tahu dari mana asalnya.

Sejarah tersebut berawal dari cerita masa lalu yang konon ada seorang pemburu binatang yang masuk kedalam hutan pegunungan Balla yang bernama Pong Rumasek. Dalam perburuannya Pong Rumasek menemukan sesosok jasad manusia yang sudah lama meninggal dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Pong pun membawa jasad tersebut dan menggantikan pakaian pada jasad itu dan menguburnya dengan layak.

Dan dari situlah semua hasil bumi yang dimiliki oleh Pong menjadi sangat subur dan memdapatkan berkah melimpah dari tanamannya yang lebih cepat dipanen dibanding hasil panennya yang dulu, serta saat berburupun Pong juga banyak mendapatkan hasil dan kerap kali pun Pong bertemu dengan arwah dari jasad yang ditemukan dan membantu dalam perburuan Pong.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel