Senin, 13 Desember 2021

Tradisi Pemakaman Di Berbagai Daerah Di Indonesia

Setiap daerah tentunya di Indonesia pastinya punya tradisi yang dijunjung tinggi, tidak terkecuali soal pemakaman.

Seperti di artikel kali ini, saya akan membahas tentang bergai tardisi pemakaman yang ada di berbagai daerah di Indonesia. 



Sebelumnya, saya sudah membahas tentang salah satu tradisi pemakaman yang unik dari salah satu daerah di Indonesia yaitu Rambu Solo Tradisi Pemakaman Unik Toraja. Tradisi tersebut merupakan salah satu bentuk pemakaman yang mana kegiatannya terbilang cukup unik.

Tradisi Pemakaman di Indonesia

Namun tidak hanya itu saja, masih banyak tradisi pemakaman lainnya yang dimiliki setiap daerah, seperti yang akan saya tulis dan jelaskan di bawah ini. Simak ulasannya:



1. RAMBU SOLO



Rambu solo, adalah sebuah pemakaman secara adat yang mewajibkan keluarga orang telah meninggal membuat sebuah pesta sebagai tanda penghormatan kepada mendiang yang telah mendahuluinya. Kata rambu solo dalam bahasa Toraja secara harafiah berarti asap yang diarahkan ke bawah.



2. NGABEN



Ngaben merupakan upacara yang dilakukan oleh orang hindu Bali. Tujuannya adalah mensucikan roh orang yang sudah meninggal. Upacara ngan=ben dilakukan secara turun-temurun yang mana kegiatan ini masih sering dilakukan hinggah saat ini. Upacar ini bahkan dikenal oleh orang-orang yang ada diluar pulau Bali. 


Bali memiliki berbagai macam tradisi pemakaman, dan bukan cuman ngaben saja, namun saya juga sempat membagikan artikel tentang pemakaman yang mana juga dilakukan oleh masyarakat Trunyan Bali, yaitu Tradisi Pemakaman Desa Trunyan Bali. Hal itu juga merupakan salah satu tradisi pemakaman yang terbilang cukup unik.



3. MARAPU



Menurut Umbu makam, marapu merupakan tradisi masyarakat untuk menghormati para leluhur atau arwah nenek moyang. Menurut penganut marapu manusia tidak bisa berhubungan langsung dengan Tuhan, melainkan harus melalui perantara leluhur.



4. WARUGA



Waruga digunakan sebagai tempat pekuburan dan tempat pelaksaan ritual kematian. Keberadaannya mewakili kepercayaan masyarakat Minahasa di masa lalu, yaitu animisme dan dinamisme. Selain itu, waruga juga menjadi perlambang masyarakat Minahasa baik secara sosial maupun individu.



5. MUMIFIKASI MAYAT



Tradisi tersebut dilakukan dengan cara mengawetkan jenaza dengan berbagai macam rempah atau tumbuhan. Tidak hanya dikenal di Toraja, mumifikasi juga dikenal di Papua. Mumifikasi di Papua biasanya dilakukan kepada jenaza orang yang di segani, misalnya, panglima perang atau kepala suku dengan cara diasapi.



6. TIWAH 



Upacara tersebut merupakan ritual para penganut agama Hindu kaharingan, kepercayaan asli suku Dayak, sebagai tanda bentu pembaktian kepada leluhur mereka. Tiwah merupakan upacara kematian bentuk terakhir. Bagi suku Dayak, kematian harus disempurnakan dengan ritual lanjutan agar roh bisa hidup tentram bersama ranying hatalla.



7. BATU LEMO



Lemo adalah salah satu bentuk komplek pemakaman yang terkenal dengan kuburannya. Peti mati di letakkan di dinding bukit tinggi. Peti mati diletakkan di dinding tebing batu kapur. Cara penguburannya di sini adalah dengan cara melubangi batu kapur dengan cara di pahat secara menual, biasanya satu lubang di isi dengan satu keluarga dan ditutupi kayu.





EmoticonEmoticon