Selasa, 21 Desember 2021

Sejarah Ritual Sati Tradisi Membakar Diri

Sejarah ritual sati (Pati Obong) merupakan tradisi Hindu dimana para wanita yang ditinggal mati oleh sumaminya kan ikut dikremasi atau dibakar hidup-hidup bersama sang suami.



 SEJARAH RITUAL SATI


Ritual ini sudah dilaksanakan pada abad ke-17, dimana pada zaman itu msih marak terjadinya perang anatar kerajaan. Para prajurit ataupun Raja yang gugur di medan perang, istri maupun selir-selirnya akan dijadikan tawanan oleh pihak yang menang.

Para wanita tersebut akan dibawah dan disetubuhi ramai-ramai. Hal ini tentu saja dianggap sangat merendahkan harga diri wanita tersebut. Untuk menjaga kehormatan sebagai wanita, oleh karena itu mereka bersediah secara sukarelah memilih bunuh diri dengan cara membakar diri hidup-hidup.



PENGERTIAN LAIN RITUAL SATI


Kata SATI sendiri berasal dari bahasa sansakerta, yaitu ASTI yang berarti "dia murni atau benar". Oleh karena itu ritual tersebut juga diartikan sebagai simbol kesetiaan tertinggi. Oleh karena itu, terkadang ritual tersebut dilaksanakan untuk membuktikan kesetian dari pasangannya dengan cara membakar diri bersama.


BAGAIMANA RITUAL SATI PADA SAAT INI?


Seiring berkembangnya zaman, ritual tersebut masih sering dilaksanakan walaupun hal-hal yang mencoreng harga diri seorang wanita sudah tidak lagi dilakukan. Para wanitayang ditinggal mati oleh suaminya dari sukarelah menjadi dipaksa untuk melakukan ritual sarti.

Terkadang wanita yang tidak mau melaksanakan ritual tersebut akan dipatahkan anggota tubuhnya agar tidak melarikan diri saat dilaksanakan ritual tersebut. Tentu saja hal tersebut telah melenceng jauh dari tujuan awal melakukan ritual sati.


Pada Tahun 1829, ritual sati mulai dilarang oleh Pemerintah Kolonial Inggris di India. Namun pelaksanaan ritual ini masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Kemudian, Pemerintah India juga ikut melarang dan akan menghukum para pelaku yang ikut membakar para wanita bersama dengan suaminya.



RITUAL SATI DI INDODESIA


Di Indonesia, ritual sati lebih dikenal dengan sebutan PATI OBONG. Rituyal pati obong di Indonesia dilakukan sejak Tahun 1691. Ketika Raja Blambangan, Pangeran Tawan Alun II meninggal dunia.

Pangeran Tawan Alun II di kenal memiliki sekitar 400 istri. Dari 400 istri tersebut, sebanyak 270 diantaranya melakukan ritual pati obong yang ikut dibakar dalam upacara kremasi Pangeran Tawan Alun II.


7 Jenis Pohon Yang Digemari Mahluk Halus

Ternyata makhluk gaib memiliki passion tersendiri terhadap pohon-pohon. Konon, pohonlah yang menjadi tempat tinggal yang digemari mahluk halus mereka setelah ruangan kosong yang lembab.


Lantas, pohon apa saja yang mereka gemari sebagai tempat tinggal mereka?


 

Di beberapa tempat di Indonesia, ada beberapa pohon yang di percayai masyarakat berkaitan dengan mahluk halus. Tak hanya anggapan belaka, tak jarang beberapa cerita diluar nalar bersumber dari pohon-pohon yang dianggap digemari oleh mahluk halus.


Beberapa masyarakat mempercayai bahwa beberapa pohon atau tanaman dipercayai menjadi tempat tinggal jin atau mahluk astral lainnya bergentayangan. Keberadaan jin atau setan di beberapa pohon ini kerap dikaitkan dengan kepercayaan Masyarakat.


Konon, tanaman atau pohon dengan umur yang sudah tua, menjadi tempat yang membuat makhluk halus betah tinggal di sana.


Lalu jenis pohon apa sajakah yang menjadi tempat favorit yang digemari mahluk halus? Simak ulasan berikut ini:


Jenis-jenis pohon yag digemari mahluk halus



POHON BERINGIN



Banyak kasus hilangnya anak kecil yang kono terjadi karena diculik atau disembunyikan oleh bangsa gaib ditemukan di pohon ini. Konon, pohon ini menjadi portal antar dimensi. Maka tak heran banyak dari para penarik benda pusaka sering menemukan benda magis di sekitaran pohon beringin.



POHON BAMBU



Pohon yang memiliki banyak fungsi ini ternyata sangat digemari oleh mahluk halus yang memiliki penampakan liar seperti Gendruwo, Thetekan, Jerangkong, dan juga Buto Ijo. Mitosnya, pada malam-malam tertentu pohonbambu yang memiliki penghuni akan mengeluarkan bau yang tak sedap.



POHON KAPUK RANDU



Pohon ini sangat akrab sebagai tempat sosialita sebagai tempat sosialita para gaib feminim seperti Kuntilanak, Wewe Gombel, dan Sundel Bolong. Konon, asal baju sang lelembut juga berasal dari kulit pohon ini. Biasanya lelembut akan menampakkan wujudnya di ujung dahan pohon ini dengan ketawa khasnya.



POHON GAYAM



Pohon yang banyak ditanam dipinggiran jalan ini ternyatra banyak digemari oleh bangsa jin. Bahkan banyak yang menyimpan lelembut pesugihan di pohon ini. Pohon ini dipercaya sebagai tempat yang nyaman bagi lelembut, karena dipercaya bisa melipat gandakan energi sang gaib.



POHON PISANG



Bukan rahasi umum bahwa pohon pisang banyak digemari oleh bangsa Pocong. penepatan pohon ini di daerah ujung nan gelap dipecaya dapat menarik pocong untuk tinggal. Konon, dengan membuang air kecil di pohon ini tanpa permisi akan mengakibatkan pocong yang menghuni dipohon ini mengikuti hinggah ke rumah.

Pelet Pengasihan Paling Di Cari

Sebenarnya banyak jenis pelet yang beredar di masa sekarang ini. Baik ilmu hitam atau ilmu putih, baik dipakai laki-laki atau perempuan, baik yang jangka panjang atau jangka pendek.


 Berbica tentang pelet, banyak yang beranggapan bahwa, pelet merupakan salah satu pengasihan yang bersumber dari ilmu gaib. Namun, memperolehnya tidak semuda seperti apa yang ada di benak orang-orang yang tidak mengerti akan hal ini. Berbeda jenis pengasihan, berbeda pula kegunaan dan pantangannya, dan juga cara kerjanya.



Banyak yang tertarik akan pengasihan atau ilmu pelet dengan tujuan dan tercapainya keinginan mereka. Dan yang akan saya bagikan untuk Anda kali ini yatu jenis pelet pengasihan yang paling di cari. Jika Anda ingin mengetahui jenis pengasihan berdasarkan kegunaan, dan cara kerjanya dan juga pantangannya, mari simak ulasan berikut ini:


JENIS-JENIS PELET PENGASIHAN


1. Ajian Mata Dewa

2. Pengasihan Cacah Songo

3. Pengasihan Tindih Jawa

4. Ilmu Tunduk Manungsa

5. Ajian Penunduk Khodam

6. Pelet Sambrang Asmoro

7. Pengasihan Setan Kober

8. Pengasihan Aji Gendruwo



Baca juga: Apa Itu Minyak Pelet Jaran Goyang?



Jenis-jenis pelet yang saya sebutkan diatas, itu merupakan sebagian jenis pelet yang mana menjadi pengasihan yang paling dicari, karena memiliki kegunaan yang sangat luar biasa bagi mereka yang mengusai ajian atau ilmu tersebut. 


Namun, seperti yang saya sebutkan tadi di awal, bahwa untuk memiliki atau mengusai ilmu tersebut juga terbilang tidak muda, karena jenis-jenis pelet pengasihan diatas itu juga memiliki pantangan. Berikut kegunaan dan pantangannya:


KEGUNAAN, CARA KERJA, DAN PANTANGANNYA



1. Ajian Mata Dewa


Hanya dengan tatapan mata, orang akan menurut kepada sang pemilik ajian. Ilmu ini juga sangat diminati oleh pelaku gendam dan hipnotis yang menggunakan khodam di tengah aksinya. Uniknya, ilmu ini bisa diperjual belikan.


Khodamnya pun juga bisa dipindahkan baik secara ritual atau jual beli pusaka. Kelemahan ilmu ini adakah kebanyakan dari mereka akan mengalami mimpi buruk atau bisa dikatakan mimpi yang tak logis di setiap malamnya bagi mereka yang menggunakannya.



2. Pengasihan Cacah Songo


Pengasihan ini bisa membuat pasangan kita menuruti dengan apa yang kita inginkan. Bahkan pasangan kita rela jika kita menikah lagi hingga 9 kali. Pengasihan yang juga disebut dengan pengasihan Wali Songo ini biasanya bekerja dengan membuka aura si pemilik dan menciptakan magnet gaira serta aura Raja. Maka dari itu sang korban biasanya sangat "Bucin" atau patuh dan rela meskipun sudah di khianati berkali-kali.



3. Pengasihan Tindih Jawa


Ilmu ini sangat unik. Hal ini dikarenakan mereka yang kecewa, marah, dan ingin berniat jahat akan luntur seketika jika ilmu ini digunakan. Ada yang berbentuk rapalan yang diucapkan, atau jimat yang ditanamkan didalam tubuh. 


Jika di tanam di tangan, orang yang sedang marah akan seketika hilang amrahnya ketika bersalaman dengan pelikik ilmu ini. Ilmu ini melibatkan Khodam yang harus diberikan makan entah dengan sajen atau persyaratan yang lain.



Baca juga: Apakah Jimat Pengasihan Itu?



4. Ilmu Tunduk Manungsa 


Tujuan mereka ingin mengusai ilmu biasanya agar dimudahkan karirnya. Meraka akan gampang dituruti kemauannya bahkan dengan majikan, atasan, ataupun bos mereka. Namun tidak semua orang dapat terkena ilmu ini, bahkan mereka yang tidak terkena akan merasa aneh jika beberapa orang akan sangat patuh kepada sang pemilik ilmu ini termasuk bos mereka sendiri. Biasanya mereka akan memakai rapal atau bahkan jimat dengan pantangan tertentu.



5. Ajian Penunduk Khodam


Berbeda dengan ajian atau ritual-ritual sebelumnya, ajian ini lebih diperuntukkan untuk mempengaruhi bangsa Jin. Mereka yang sudah belajar akan ajian ini dipercaya akan sangat ditakuti atau disegani oleh bangsa Jin.


Mereka akan lebih banyak dibantu oleh energi positif dan dibentengi oleh energi negatif. Paranolmal dan ahli metafisik biasanya mempelajari ilmu ini untuk menjaga diri dan melancarkan kehendak spiritualnya.



6. Pelet Sambrang Asmoro


Pelet ini merupakan pelet unik, karena sang korban tidak akan bisa jauh dari sang pemilik khodam. Semakin berada di jarak jauh dengan sang pemilik ajian ini maka rasa kangen dan cintanya akan semakin membara. 


Semakin ingin dilupakan biasanya akan semakin jatuh cinta. Ritualnya juga cukup unik karena melibatkan benda-benda yang pernah dipakai oleh korban baik berupa baju, rambut, atau bahkan tissu bekas pakai sang korban.



Baca juga: Energi Asmara Menggetarkan Hati Si Mantan



7. Pengasihan Setan Kober


Pengasihan ini merupakan pengasihan yang melibatkan setan kober untuk melakukan aksinya. Sebenarnya, ajianini tidak terlalu jahat karena hanya bisa dipakai untuk satu korban saja. Mereka yang terkena ajian ini akan merasa linglung dan kosong jika tidak bertemu dengan sang pemilik ajian. Sayangnya, banyak oknum yang sembarangan menggunakan ajian ini. Bagi korban yang sudah terkena ajian ini lalu ditinggalkan, korban akan menjadi gila atau bahkan bunuh diri.



8. Pengasihan Aji Gendruwo


Orang yang belajar pengasihan ini biasanya melibatkan Gendruwo secara tidak langsung. Biasanya mereka yang terkena ajian ini sampai rela untuk di tiduri. Dan setelah ditiduri kan semakin cinta karena merasakan kepuasan di ranjang. Seperti Gendruwo, pemilik ajian ini akan memiliki durasi bersenggama yang tahan lama dan ukuran alat vitalnya akan terasa lebih besar dirasakan oleh korban padahal kenyataannya tidak sebesar itu.





Tradisi Natal Di Berbagai Daerah Di Indonesia

Keberagaman agama, suku dan budaya Indonesia, menciptakan beragam tradisi Salah satunya di bulan Desember, dalam perayaan Natal Di berbagai daerah. Tau gak sih, kalo tradisi natal di berbagai daerah di Indonesia itu berbeda-beda loh!




Ini dia tradisi natal di berbagai daerah di Indonesia


Tradisi Lovely Desember Di Toraja


Loveli Desember merupakan sebuah festival budaya dan pariwisata yang disenggarakan oleh pemerintah Daerah Toraja. Tradisi ini sebagai bentuk syukur untuk menyambut Natal dan tahun Baru. 


Dalam festival ini, terdapat berbagai acara, seperti pameran kuliner dan kerajinan daerah / tradisonal. Pesta kembang api dan prosesi Lettoan menjadi puncak dari festival ini. Lettoan diadakan pada tanggal 26 Desember dan merupakan ritual mengarak Babi dengan simbol budaya yang mewakili tiga tingkat kehidupan manusia yaitu, Saritatolamban, Matahari, dan Bunga.



Tradisi Natal Marbinda Di Sumatera Utara


Marbinda murupakan tradisi Natal yang mengajak masyarakat setempat untuk mengumpulkan uang bersama dan digunakan untu membeli Hewan Kurban. Hewan kurban yang dipersembahkan beragam, seperti Babi, Lembu, atau Kerbau. Kemudian daging kurbannya akan dibagikan kepada warganya yang ikut mengumpulkan uang. tardisi ini dilakukan sebagai simbol kebersamaan dan gotong royong.



Tradisi Meriam Bambu Di Flores 


Dalam merayakan Natal, warga di Flores memiliki tradisi unik. Yaitu menyalakan meriam bambu. Selain tradisi meriam bambu, di Flores juga memiliki tradisi unik lainnya. Terdapat tradisi lomba membuat "kandang Natal" di gereja sebagai peringatan kelahitan Tuhan Yesus.



Tradisi Rabo-rabo Di Jakarta


Tidak banyak yang tahu, tradisi ini merupakan tradisi orang-orang keturunan Portugal yang tinggal di kampung Tugu, kawasan Cilincing. Dalam melakukan tradisi ini, warga akan mengunjungi gereja terdekat dan rumah warga lain sebagai bentuk kebersamaan.


Dalam melakukan tradisi, terdapat iringan musik tradisional keroncong tugu dan tarian. Setelah memalukan tarian, puncak dari tradisi ini adalah warga akan mandi bedak warna warni sebagai simbol dari penebusan dosa dan permintaan maaf menjelang Tahun Baru.



Wayang Kulit Kristus Yogyakarta


Tradisi tersebut merupakan suatu bentuk perayaan Natal bagi warga Yogyakarta. Tradisi Wayang kulit ini bertujuan memperingati dan menceritakan kisah kelahiran Tuhan Yesus melalui Wayang.



Kunci Taon Manado


Pawai berkeliling kota dengan kostum unik dan lucu.



Ngejot dan Penjor Bali


Simbol kerukunan antar umat beragama, mengikat tali persaudaraan dengan kegiatan berbagi kuliner dengan tetangga.



Bakar Batu Papua


Bersyukur, berbagi dan menjalin kebersamaan dengan masak bersama-sama menggunakan batu panas.

Mengenal Tradisi Unik Yang Dimiliki Suku Dayak

 Banyak yang berpendapat bahwa, Suku dayak bukan suku asli yang mendiami Kalimantan. Akan tetapi mereka adalah keturunan imigran dari provinsi Yunan, Cina Selatan, tepatnya di sungai Yangste Kiang, sungai Mekong, dan sungai Menan. Lalu, sebagian kelompok ini melakukan perjalanan ke Semenanjung Malaysia dan kemudian menyebrang ke bagian utara pulau Kalimantan.

Suku Dayak

Suku Dayak memiliki enam rumpun yaitu, rumpun Punan, rumpun Klemantan, rumpun Apukayan, dan rumpun Ot Danum-Ngaju. Adapun rumpun Punan dikenal sebagai suku Dayak tertua dan yang lainnya merupakan hasil dari asimilasi Dayak Punan dengan kelompok Proto Melayu.


TRADISI SUKU DAYAK

Suku Dayak juga dikenal sebagai suku yang masih mempertahankan berbagai macam tradisi unik  peninggalan nenek moyang mereka. Ada berbagai macam tradisi yang masih dilestarikan suku Dayak hingga saat ini. Berikut tradisi unik suku Dayak:



1. MANTAT TU'MATE



Merupakan suatu tradisi mengantarkan orang yang baru saja meninggal. Namun uniknya upacara ini berlangsung selama 7 hari dengan iring-iringan musik dan tari-tarian tradisional. Setelah berlangsungnya acara tersebut dan semua kegiatan selasai selama 7 hari barulah kemudian jenaza orang meninggal tesebut dimakamkan.



2. NYOBENG SEBUJIT



Nyobeng sebujit merupakan tradisi yang mana bentuk pelaksanaannya merupakan rasa syukur atas hasil panen, namun uniknya hal tersebut dilakukan dengan cara memandikan tengkorak. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat suku Dayak Bidayuh, banyak nilai yang terkandung dalam upacra ini, diantaranya penghormatan terhadap leluhur, menghargai perbedaan, solidaritas sosial, dan ketaatan terhadap aturan adat istiadat.


3. TELINGAAN ARUU



Tradisi ini pada dasarnya merupakan bentuk memanjangkan telinga perumpuan hinggah ke dada menggunakan anting-anting yang disebut dengan Beloang. Tradisi ini dilakukan oleh perempuan Suku Dayak bertujuan untuk menyesuaikan standar kecantikan bagi suku Dayak.


Senin, 20 Desember 2021

Misteri Pasar Setan Gunung Lawu


Kisah Gunung Sejuta Kisah Dan Mitosnya


Tak menjadi rahasia bahwa gunung Lawu merupakan gunung yang menyimpan banyak misteri. Gunung yang membatasi Jawa Tengah dan Timur ini konon merupakan tempat pelarian Brawijaya V raja terakhir Majapahit. 


Sang raja dan abdinya Ki Sabdopalon akhirnya moksa di gunung yang dulunya bernama Wukir Mahendra Giri ini. Karena sejarahnya, banyak mitos yang menyelimuti setiap sudut gunung ini.


Untuk mencapai puncaknya, kita bisa melalui beberapa jalur, salah satunya yaitu jalur Candi Cetho. Menurut beberapa sumber, jalur candi Cetho merupakan jalur yang paling menakutkan. Hal ini dikarenakan ada beberapa titik yang masih menyimpan banyak cerita mistis, salah satunya yaitu Pasar Setan.

PASAR SETAN LAWU


Berada di jalur pendakian via candi Cetho, tempat ini dipercaya sebagai wadah bertemu danyang-danyang penunggu gunung Lawu. Bahkan banyak yang mengatakan bahwa di jalur ini terdapat sebuah pasar gaib dimana pembeli dan penjualnya merupakan makhluk halus. 



Konon, jika kita mendengar suara keramaian dan tiba-tiba terdengar suara, "Mas, mbak ajeng tumbas nopo?" Diwajibkan kita untuk merespon dengan mengambil sedikit batang, tanah, atau dedaunan dan sembari membuang uang berapapun jumlah. Mitosnya jika itu tidak dilakukan maka kesialan akan menimpa kita di gunung Lawu.

Ada juga mitos sosok burung jalak berwarna putih gading. Dipercaya burung ini merupakan jelmaan Ki Jalak, sosok abdi setia Brawijaya V. Biasanya kemunculannya untuk mengarahkan jalan para pendaki agar tidak tersesat. Ada pula sosok kupu-kupu besar berwarna hitam dengan bulatan biru di tengahnya, kupu ini dipercaya sebagai wujud diijinkannya kita untuk masuk ke Gunung Lawu.

LARANGAN-LARANGAN 


 Namun beberapa larangan juga masih dipegang erat oleh sesepuh disini, contohnya untuk tidak mendaki dengan jumlah ganjil dan memakai pakaian yang dominan hijau. Ada pula mitos tentang sawan yang berbentuk kabut. Konon, jika ada suara gemuruh disertai kabut disarankan agar kita segera turun gunung atau segera rebahan telungkup sampai kabut tersebut hilang.

 

Mitos Pesugihan Umbel Meler Klaten

 PESUGIHAN UMBEL MELER KLATEN



Ngalap harta tanpa tumbal dengan jin Bocah Bajang Ingusan


Terletak di desa Kembangan, Wonosari, Klaten, pesugihan ini memang terkenal dengan keunikan dan namanya. Pesugihan yang konon tidak mengorbankan tumbal nyawa ini merupakan pesugihan yang dahulunya memiliki banyak penggemar.


CARA MENJALANKAN PESUHIHAN UMBEL MELER KLATEN



 Menurut mitos, barang siapa yang menjadi pengikut pesugihan ini mempunyai dandanan yang tidak pernah bersih dan rapi meskipun sudah kaya. Konon pula, sang pengikut pesugihan akan mengeluarkan ingus yang sangat banyak sekali jika sang gaib meminta.


Ritualnya sendiri dimulai dari makam Kembangan, makam yang lokasinya tidak jauh dari Palang Kereta Pakis. Sebelum meminta pesugihan biasanya ada beberapa syarat yang harus dilalui antara lain harus sudah menikah, telah berpuasa mutih dan ngrowot selama 7 hari, serta membawa dupa dan ayam cemani. 


Setelah mengunjungi makam, biasanya calon pengikut pesugihan akan mengunjungi sebuah pohon jati di gundukan tanah yang berada di tengah sawah. Konon jika berhasil sang penunggu pun menyambut dengan cahaya seperti lampu minyak yang beterbangan. 


Jika perjanjian sudah diteken, sang penunggu yang berwujud danyang cantik dengan pakaian compang camping dan berbau busuk ini akan menitipkan pengikutnya untuk membantu proses pesugihan. Pengikutnya sendiri berwujud anak kecil yang beringus dan suka meminum ingusnya sendiri. Mereka disebut Bocah Bajang Ingusan.

Ritual ini tidak memerlukan tumbal, hanya saja setiap bulan pada malam Selasa atau Jumat Kliwon sang pengikut disarankan untuk membawa ayam cemani sebagai pelancar pesugihan. Resikonya mengikuti pesugihan ini adalah keluarnya banyak ingus secara tiba-tiba. 


Jika hal ini terjadi, sang pengikut harus menadahinya dengan tangan karena di dalam ingus tersebut sang danyang akan memberikan bonus berupa koin emas. Jika sudah terkumpul, ingus tersebut harus diletakkan dalam sebuah wadah sebagai santapan Bocah Bajang. 

CIRI-CIRI PENGIKUT PESUGIHAN UMBEL MELER



Ciri-ciri pengikut pesugihan ini antara lain mata yang merah seperti sedang demam, kadang keluar ingus yang banyak, berbau amis, dan tidak pernah rapi jika bersolek.