Tradisi Ontang Anting Anak Sebagai Identitas Masyarakat Jawa

Kita tahu bersama bahwa masyrakay Jawa masih sanat kental akan tradisi dari leluhur mereka tan dulu-dulu, Sama halnya mengenai tradisi Ontang Anting anak yang sampai saat ini masih sering di lakukan beberapa orang atau masyarakat jawa..

Sedangkan untuk tradisi Ontang Anting sendiri merupakan tradisi dan indentitas yang dilaksanakan untuk meruwat anak semata wayang atau tungal dalam adat Jawa..

Tradisi ini biasannya dilakukan untuk anak laki-laki semata wayang, sedangkan untuk anak perempuan disebut unting-unting. Namun sebagian orang Jawa menyamakan istilah ontang-anting untuk anak laki-laki dan perempuan..




Mengenal Tradisi Ontang Anting Anak Sebagai 

Identitas Masyarakat Jawa..!!


Adanya tradisi seperti ini sangat erat dengan identitas kepercayaan masyarakat Jawa. Mereka mempercayai bahwa ritual ontang anting mampu membebaskan seorang anak dari ancaman Bathara Kala atau sesosok raksasa yang mengerikan dan berwajah seram..

Sebab menurut mitos di Jawa, bathara kala menyukai anak-anak yang memiliki jumlah hitungan tertentu dalam keluarga contohnya anak tunggal..

Untuk anak tunggal sendiri biasanya identik dengan karakter yang manja. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa anak tunggal merupakan anak yang selalu serba dituruti kemauannya.. 

Gambaran ini kadang menjadikan anak tunggal menjadi perhatian khusus di lingkungan masyarakat. Namun faktanya, tidak semua anak tunggal memiliki karakter seperti ini..

Fungsi Ontang Anting Anak Bagi Masyarakat Jawa


Tradisi Ontang Anting sendiri biasa dilakukan sebelum pernikahan sang anak nantinya. Namun kebanykan biasan dilakukan saat seorang anak mulai menginjak dewasa.. 

Mengenai waktu pelaksanaan sebenarnya tidak ada waktu khusus didalamnya. Hanya saja biasannya dilaksanakan harus pada atau sesuai weton sang anak tersebut..

Terkadang orang yang ingin melakukan ritual ini juga mendatangi sesepuh atau ketua adat setempat untuk memastikan mendapatkan hari baik untuk merencanakan sesuatu besar..

Adapun hal penting tentang pelaksanaannya tidak mesti dilakukan siang atau malam hari. Namun yang kita jumpai dilakukan malam hari setelah isya. Siang harinnya diggunakan secara penuh untuk mempersiapkan segala kebutuhan dan hidangan..

Yang Perlu Dipersiapkan Untuk Menggelar Tradisi Ontang 

Anting Anak


Dalam mengelar ritual ontang anting ada beberapa yang harus disiapkan. Seperti, kain dengan tujuh warna, bunga tujuh rupa (Kembang Setaman), dan beras kuning menjadi barang wajib (Sandingan) yang harus ada saat prosesi ontang anting..

Makanan yang harus disediakan adalah sego sak tempeh sebutan untuk nasi yang dimasukkan dalam tempeh atau semacam wadah makanan yang terbuat dari anyaman bambu..

Makanan dalam tempeh ini terdiri dari nasi kuning, 5 ayam ingkun, dan boleh ditambahkan dengan makanan lain yang biasa dikonsumsi pada umumnya..


Prosesi Dalam Tradisi Ontang Anting Anak


Dalam proses Ontang Anting anak biasany pada malam hari dilakukan dengan menggelar pagelaran wayang. Dimulai pengantar ruwatan, setelah itu sang anak didudukkan dikursi lalu sang sesepuh membacakan doa dan mantra-mantra dalam ritual Jawa.. 

Tradisi ini dilaksanakan serta disaksikan keluarga dan tetangga. Selanjutnya sang anak didampingi anggota keluarga, dipotong sebagian rambutnya, kemudian dimandikan air kembang tujuh rupa yang diyakini mampu menyingkirkan roh-roh jahat dan kesialan bagi anak tersebut nantinya..

Ketika prosesi tradisi ini selesai, baju yang digunakan sang anak diharuskan dilarung di sungai. Hal ini dianggap sebagai bentuk pembuangan keburukan. Rangkaian acara terakhir ritual ini adalah makan bersama. Ini merupakan inti dari shadaqah ruwatan..

Shadaqah dipercaya dapat menjaga dari gangguan makhluk halus. Tamu undangan akan melingkar dan menyantap sego sak tempeh dan hidangan lainnya. Biasannya mereka tidak menghabiskan seluruhnya akan tetapi disisakan untuk dibawa pulang..

Dan seperti kita ketahui bersama seiring perkembangan zaman, tradisi ontang anting mulai mengalami pergeseran, pelaksanaannya dipengaruhi oleh budaya Islam..

Seperti mantra-mantra yang diganti dengan doa-doa Islam dan pembacaan manaqib. Akan tetapi simbol dan ketentuannya masih mengikuti ritual adat Jawa..

Terlepas dari hal adat diatas, dan semakin berkembangnya zaman, adat pun semakin ikut berubah dan berkembang. Bagi sebagian orang ada yang tidak percaya terhadap mitos bahwa anak semata wayang atau ontang-anting harus diruwat karena secara kelahiran merupakan anak sukerta..

Jadi mungkin hanya itu saja yang bisa saya bagikan mengenai tradisi Ontang Anting anak sebagi identitas masyarakat Jawa.. Dan kembali lagi anda dan kita semua berfikir masalah ini percaya atau tidaknya kemabali lagi ambil dalam diri anda sendiri.. 

Semoga bermanfaat..!!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel