Pantangan Membawa Nasi Ketan dan Larangan Saat Di Hutan Kalimantan

Kalimantan merupakan salah satu pulau terbesar di dunia yang mana Kalimantan biasa juga dikenal dengan nama Borneo. Kalimantan merupakan daerah yang masih kental akan adat istiadat dan kemistikan yang ada di masih banyak ditemukan.

Sering kali kita mendengar akan larangan yang diberitahukan kepada kita. Akan tetapi seringkali kita mengindahkannya karena merasa tak masuk di akal. Namun apabila Kita melanggar larangan atau pantangan itu, dan merasakan dampak yang dirasakan pada diri kita, barulah kita menyadari bahwa apa yang dikatakan orang tentang larangan dan pantangan tersebut benar adanya.

Mitos yang berkembang sampai sekarang di Kalimantan yakni tak boleh membawa nasi ketan dan telur rebus yang mana hal ini dipercaya akan diikuti oleh mahluk tak kasat mata. Begitupun saat berada disekitar hutan banyak pantangan yang harus dipatuhi.

Akses  menuju Kalimantan kadang memang sangat sulit dan susah, masih banyak terdapat hutan belantara dan rawa-rawa serta sungai yang belum terakses oleh kendaraan.


Mitos Membawa Makanan Nasi Ketan dan Telur

Ada suatu kejadian yang mana tak pernah kami lupakan saat Kami ada di Tanjung Isuy bagian Melak Kalimantan Timur.

Saat itu hari sudah senja, Aku dan beberapa orang rombongan, naik menggunakan perahu untuk menuju ke tempat rumah Acil (tante), Untuk menuju ke rumah keluarga Kami tak ada akses darat yang bisa dilalui .

Pada waktu itu Kami lupa akan mitos yang pernah didengar, bahwa tak boleh bawa makanan yang berupa ketan dan telur rebus. Disaat kami diatas perahu, beberapa kali mesin perahu yang kami naiki selalu macet dan angin tiba-tiba berhembus dengan kencangnya. Kami dalam rombongan sangat ketakutan.

Selama beberapa jam kami lalui akhirnya kami tiba di tempat yang  dituju. Saat memberikan bungkusan berupa nasi ketan dan telur rebus, Kami dibuat terheran-heran saat bungkusan itu dibuka, nasi ketan yang kami bawa dan telur itu sangatlah mencengankan karena sebagian nasi ketan dan telur yang kami bawa hangus seperti terbakar.

Acil lalu mengingatkan kepada Kami tentang mitos ini, bahwa apa yang di bawa ini merupakan suatu makanan yang sangat disukai oleh mahluk gaib, untungnya hanya nasi ketan dan telur ini saja yang kesambar bukan kamu bisa-bisa kalian menemui hal-hal yang tidak diinginkan, begitulah acil Kami menerangkannya.

Pantangan Yang Harus Diingat Bila Melalui Hutan Di Kalimantan 

Mitos atau pantangan disaat moderen ini banyak yang tidak memercayai lagi, lebih-lebih anak anak sekarang.

Akan tetapi percaya tidak percaya ini terjadi di Kalimantan yang mana mitos dan pantangan masih banyak dan sangat di yakini bila melanggar akan kita dapat akibatnya.

Ini ada beberapa mitos dan pantangan yang terjadi

  • Ada sebuah kejadian dimana ada seorang pendatang datang ke Kalimantan, saat itu dia pergi kepasar untuk keperluan dapur, hari sudah agak senja. Walaupun mereka tau akan pantangan membawa telur ayam bila melewati sebuah hutan akan tetapi dia mengindahkannya karena akses yang dilalui untuk pulang ketempatnya sangat jauh bila tidak melalui hutan itu. Apa yang terjadi saat mereka melewati hutan itu tiba-tiba ada angin bertiup kencang serta berkabut sehingga kendaraan yang dipakainya mengalami kecelakaan dan barang bawaan mereka terlempar dan muncullah sosok mahluk berpakaian putih menggeroti semua barang bawaannya yang diambilnya telur ayam itu dimakannya dengan sangat menjijikkannya.
  • Disaat anda melewati hutan dan saat itu anda kebelet untuk buang air kecil hendaklah jangan buang air kecil sembarangan terutama mengencingi pohon yang besar kalau Anda berlaku tak senonoh Anda akan di aniaya oleh mahluk gaib penunggu pohon itu seperti kemaluan akan membesar seperti ubi gajah. Akan tetapi bila anda sudah kebelet hendaklah Anda meminta ijin  terlebih dahulu dengan mengatakan " numpang kencing datuk"
  • Begitupun juga bila kita berada dekat hutan tak boleh kita membakar terasi, udang, ikan asin dikala senja sudah datang karena akan mengundang mahluk gaib.

Mungkin juga berlaku bagi sebagian besar di wilayah Indonesia Untuk menghargai dan menghormati segala sesuatu yang  Anda temui seperti adat istidat, kebiasaan dan aturan masyarakat setempat agar terhindar dari mala petaka.

Ada pepatah mengatakan "lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya", "dimana bumi di pijak di situ langit dijunjung".

Masih banyak mitos yang beredar di masyarakat kalimantan , semoga apa yang telah kami paparkan diatas kita bisa mengambil semua hikmah dan pembelajaran.

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel