Tongkuno Kampung Lama, Yang Penuh Misteri

Pulau Muna menyimpan beberapa misteri yang mana Kepulauan Muna berada tepatnya di Sulawesi Tenggara Kabupaten Muna adalah salah satu Daerah Tingkat II Propensi Sulawesi Tenggara yang beribu kota Raha. Dipulau Muna ini terdapat sebuah kota kuno bernama Wuna, yang mana Wuna merupakan pusat kerajaan yang jaya pada masanya.Wuna berarti bunga. Wuna berada di kawasan bukit di Kecamatan Tongkuno, 30 km dari Kota Raha. Di mana tempat itu sudah tak berpenghuni.

Deskripsi tentang kota Muna dahulu digambarkan sebagai sebuah kampung dibatasi dinding batu karang yang disusun. Garis tengahnya 3.180 meter dan tinggi rata-rata 4 meter dengan ketebalan 3 meter jadi keseluruhan dinding batu kota Muna 8.073 meter.
Didalam komplek Kota Muna dahulu terdapat kediaman Raja Muna (Lakina Muna). Kediaman Bhonto Balano (Perdana Menteri) Tongkuno dan Lawa, Kediaman Mintarano Bhitara (Menteri Penerangan), tempat pelantikan Lakina Muna, Tempat Bhonto Balano dan para Kapitalao (Menteri Pertahanan).
Begitu pula pasar, Mesjjid, tempat pengadilan dan sejumlah lokasi pekuburan. setiap bagian kota Muna dihuni sseorang Ghoerano (kepala distrik) bersam kepala kepala kampung (Kino, Mino, dan Fato Lindono). Juga para La Ode (bangsawan tinggi), para walaka (bangsawan rendah) dan istri para pembantu (kafowawe).

Beberapa Misteri Yang Ada Di Pulau Muna

Disetiap daerah terdapat banyak cerita dan legenda yang bersifat misteri, yang turun temurun diceritakan yang terpelihara dalam memori masyarakat yang mengetahui kisah-kisah tersebut. Seperti halnya yang ada di Tongkuno Kampung Lama yaitu Kota Muna.

Misteri Yang Ada Di Kota Muna

1. Batu Berbunga

Di sekitar Kota Muna lama (Kota bekas kerajaan Muna masa silam) terdapat 3 buah batu besar yang disinyalir dapat berbunga pada waktu-waktu tertentu. Yang mana gugusan batu-batu karang ini mengeluarkan tunas-tunas baru yang tumbuh seperti bunga karang. 
Masyarakat Muna menyebutnya sebagai Kontu Kowuna yang berarti batu berbunga. Di mana gugusan batu berbunga tersebut terletak di dekat mesjid tua yang bernama Bahutara (bahtera).
Dalam masa kerajaan Majapahit konon tertulis cerita soal putri raja yang jatuh sakit dan tak bisa disembuhkan penyakitnya. Didatangkanlah para tabib istana untuk menyembuhkannya dan para tabib istana berpendapat bahwa putri raja hanya bisa sembuh dari penyakitnya jika menggunakan bunga Wijayakusuma, yang mana bunga ini hanya bisa ditemui ditempat yang berada di bagian wilayah timur kepulauan nusantara pada masa itu. 
Dan berangkatlah para utusan kerajaan untuk mencari bunga wijayakusuma dan berhasil menyembuhkan penyakit putri raja. Yang menjadi pertanyaan apakah bunga Wijayakusuma itu adalah bunga karang atau Kontu Kowuna. Sampai sekarang ini merupakan misteri yang dikaji dan diteliti secara ilmiah.

2. Perahu Sawerigading

Dalam legenda yang ada dimasyarakat Muna menuturkan bahwa pada zaman dahulu ada sebuah perahu yang bernama Sawerigading yang berasal dari Luwu Sulawesi Selatan.

Pada saat menjelajahi lautan untuk menuju ke Tiongkok perahu ini mengalami kecelakaan, menabrak karang di pulau muna dan karam. Lama kelamaan perahu itu diliputi karang hingga menjadi bukit yang kini dikena dengan Bahutara. Bukit ini letaknya di kota kuno yang jauhnya sekitar 35 km dari kota Raha.

Inilah beberapa misteri yang menyelimuti Kota Muna yang masih diteliti akan kebenarannya secara ilmiah dan dengan adanya misteri yang terkandung di dalamnya, membuat para wisatawan, peneliti dan sejarahwan datang ke kota Muna

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel