Beras Kuning Orang Dayak Maanyan Sangatlah Menakutkan

Berbicara Suku Dayak takkan akan ada habisnya dibahas baik tentang adat istiadat, ilmu mistik, mahluk gaib serta ritual-ritualnya.Suku Dayak mempunyai beberapa bagian suku yang tersebar di Kalimantan, dengan begitu Suku Dayak memiliki banyak ragam budaya.

Begitu banyaknya bagian-bagian Suku Dayak membuat kita akan tahu tentang keaneka ragaman beberapa ilmu mistis dan adat istiadat yang ada diantara mereka.

 

Mengenal Suku Dayak Maanyan dan Beras Kuningnya

Seperti halnya dengan suku Dayak Maanyan atau lebih dikenal dengan suku Dayak Barito Timur yang berada di kawasan Kalimantan Tengah. Suku ini memiliki suatu tradisi dan budaya yang unik dan cukup dikenal dengan kekuatan magis.

Yang paling dikenal dari suku ini adalah beras kuning yang sangat ditakuti. Apabila beras kuning telah di taburkan keatas pertanda itu  Dia memanggil roh-roh untuk membantu mereka.

Beras Kuning dibuat bukan dengan sembarangan, harus melalui ritual khusus.Beras yang digunakan haruslah beras yang bagus dan menggunakan minyak serta dengan janar atau kunyit.
Bila orang dayak telah menebarkan beras kuning ke udara menandakan ada sesuatu kejadian yang terjadi disekitarnya.

Kekuatan Mistis Beras Kuning

Kadang kita bertanya apa sih kekuatan dari beras kuning ini, apabila Anda pernah mendengar tentang kehebatan dari mandau terbang yang mana kita ketahui tentang kekuatan mistis mandau terbang yakni dalam satu kondisi orang Dayak bisa membuat mandaunya terbang dengan sendirinya. tak hanya melayang-layang akan tetapi mandau ini akan pergi untuk memenggal musuh yang dingini oleh pemiliknya.

Seperti itulah juga kekuatan dari beras kuning bila ditebar ke udara artinya roh-roh leluhur akan memberikan kekuatan kepada Suku Dayak Maanyan. Hanya perbedaan yang dimiliki oleh mandau terbang dengan beras kuning yakni mandau terbang sifatnya menyerang akan tetapi kalau beras kuning sifatnya bertahan dari serangan yang mana menghantam lawan untuk mundur.

Bila Anda tak percaya, Anda dapat mengulik kisah yang terjadi pada tahun 2014 yang mana saat itu terjadi suatu demo di depan kantor DPR Barito Timur, ratusan masyarakat yang tergabung dalam Komando Pertahanan Adat Dayak Bartim menuntut atas ketidakpuasan yang dikeluarkan KPU yang tidak mengindahkan syarat minimal perolehan kursi di DPRD bagi calon Bupati saat itu. Mereka dikepung oleh aparat kepolisian dan saat Suku dayak sudah terdesak saat itu, sehingga mereka menaburkan beras kuning untuk menghantam mundur polisi dan seketika polisi mundur perlahan.

Setiap suku pastinya memiliki budaya adat istiadat dan kepercayaan yang dimiliki sehingga apa yang menjadi warisan nenek moyang bisa menjadi suatu kekayaan budaya yang patut kita pertahankan dan lestarikan walaupun sudah tergeser oleh perkembangan zaman moderen.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel