Pelet Bulu Perindu Yang Sangat Berbahaya dan Asal Usulnya

Di Kalimantan dan Jawa terkenal akan ilmu gaib yang mana untuk memelet seseorang, salah satunya ajian bulu perindu yang mana efek dari ajian ini  sangat berbahaya, dimana  banyak juga yang memperjual belikan akan bulu perindu ini, tapi hati-hatilah karena banyak bulu perindu yang palsu.

Di era sekarang semua serba instan, kadang orang ingin mendapatkan apa yang diinginkan walaupun dengan jalan pintas.

Bulu perindu merupakan ilmu pelet yang sangat dasyat yang terkena akan pelet ini tidak tanggung-tanggung akan lupa diri dan jatuh cinta setengah mati. Yang mana kita ketahui bulu perindu merupakan benda bertuah yang bentuknya bulu dengan panjang sekitar 7 cm dari 1 mm.


Cara Menggunakan Minyak Bulu Perindu

Anda mungkin sering mendengar akan tentang adanya minyak bulu perindu yang sangat dasyat khasiatnya, yang mana membuat target akan tergila-gila dan mabuk kepayang kepada orang yang menggunakannya.

Beberapa Cara Agar Bulu Perindu Berfungsi Dengan Baik 

Bila ingin menggunakan bulu perindu bisa berfungsi dengan baik ada beberapa cara yang dilakukan, agar apa yang diinginkan bisa mendapatkan apa yang menjadi target kita, yaitu :
  1. Bila ingin menggunakan bulu perindu itu pertama-tama bayangkanlah target yang akan di tembak.
  2. Bila ingin menemui target oleskanlah minyak itu ditelapak tangan Anda, atau jadikan sebagai parfum, dan oleskanlah pada wajah Anda
  3. Dan bila Anda akan tidur selipkanlah di bawah bantal.
Adapun cara yang lebih praktis dengan menggunakan HP, hal ini dapat memudahkan Anda untuk menaklukkan target Anda dengan cara sebagai berikut :
  1. Bukalah HP android anda untuk melihat foto target, ingat setiap akan menggunakan bulu perindu usahana basahilah dengan minyak misik, letakkanlah bulu perindu itu di lcd HP anda lalu nyalakanlah d buka foto target yang dituju biarkanlah menyala terus sambil fokuskan pada mata anda dan mata target bacalah mantra ini                                               "Bismillahirrahmanirrahim, sirullah sifatullah yarasamu ( nama target ) kang dijupuk tresna marang rasaku ( nama anda) sing mungkur bakal tinangisan sing madep bakal kinasihan, turumu ra bakal lali nek ora weruh aku, manganmu rabakal kolu nek ora tak luruhi, mugi kersa sak kersane marang sliraku” bacalah hingga hp mati sendiri. ini dilakoni selama 7 malam jdi lakukan ini pada tengah malam.
  2.  Anda harus menelpon target dengan mendengar suara target,  sebelumnya itu siapkan bulu perindu dalam gelas berisi air minum lalu bacakan mantra tadi dan tiupkan digelas kemudian letakkan HP di atas gelas. Hubungilah target Anda dan bila orang yang lain yang mengangkat maka cara ini gagal artinya anda harus mengulang kembali untuk menghubungi target. kadang target kayak enggang untuk mengangkat, akan tetapi bila sudah terdengar suara itu sudah cukup. Lakukan ini selama 7 hari lamanya, lakukan dalam sehari Anda menelpon target sebanyak 2 kali.
Dengan menggunakan cara ini niscaya target yang Anda inginkan akan tergila-gila untuk menemui kamu bahkan akan meminta agar kamu mengawininya.

Asal Usul Bulu Perindu

Ada beberapa versi tentang asal usul dari bulu perindu yang selama ini kita kenal, ada yang mengatakan bahwa bulu perindu berasal dari rumput bujang Kalimantan yang mana rumput bujang ini merupakan rumput biasa yang ketika terkena air atau asap rokok bisa bergerak sendiri.

Sedangkan menurut kepercayaan orang Jawa dan Sumatera menyatakan bahwa bulu perindu itu dapat ditemukan di dalam ruang kosong antara dua buah ruas bambu akan tetapi yang bisa mendapatkan itu adalah orang yang memperoleh wahyu atau orang yang beruntung.

Ada juga yang berpendapat bahwa bulu perindu itu berasal dari sarang burung elang hitam yang mana hal ini dipercaya sebagai penjelmaan dari dewi kasih sayang. Yang mana setiap burung tersebut memiliki satu helai bulu perindu yang membuat para pejantan senangi .

Bila Anda memiliki pelet bulu perindu ini gunakanlah sebaik-baiknya, karena Anda tahu bagaimana reaksi yang dikena pada targetnya, janganlah Anda mempergunakan dengan sembarangan.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel