Daftar Isi
    Ada banyak mitos yang berkembang dan masih dipercayai sampai sekarang sampai-sampai takut untuk dilanggar. Salah satu jenis mitos yakni mengenai lautan yang dipercaya oleh pelaut zaman sekarang.


    Mitos Sang Pelaut

    Mitos terjadi karena adanya pemahaman yang telah ditanamkan sejak dahulu oleh orang-orang sehingga apa yang telah tertanam dipikiran mereka menjadikan mudah ditakuti dengan suatu hal yang masih kurang jelas.

    Para pelaut meyakini dan mempercayai dengan adanya mitos itu, ada beberapa mitos yang masih dipercaya yakni :

    1. Bila ada Wanita Di Kapal Akan Membawa Kesialan

    Pada zaman dahulu para pelaut meyakini dan mempercayai bahwa jika ada wanita dikapal akan memberikan suatu kesialan pada kapal dan krunya. Dimana badai akan datang karena adanya wanita dalam kapal.

    2. Jangan Bersiul

    Sampai sekarang mitos ini masih diyakini bila saat berlayar dilarang untuk bersiul karena akan memanggil badai. Walaupun sebenarnya tak bersiul bagi para pelaut badai sudah menjadi makanan mereka sehari-hari mau badai kecil maupun badai besar. Akan tetapi tak ada yang berani melakukan hal itu yakni bersiul.

    3. Putri Duyung

    Para pelaut akan selalu menghindari namanya putri duyung atau mermaid di mana para pelaut meyakini siapapun yang melihat putri duyung tersebut dan terhipnotis akan kecantikannya maka mereka akan ditarik turun dan ditenggelamkan kedalam dasar laut.

    4. Jika Ada Albatros

    Albatros oleh para pelaut sebagai burung keberuntungan, yang mana burung albatros dipercaya bahawa dia adalah pemabawa jiwa pelaut yang telah gugur sehingga jiwa pelaut ini akan melindungi, membimbing dan memberikan saran pada para sesama pelaut.

    5. Membuat Tato

    Para pelaut asing terutama dari Eropa meyakini bahwa tato mampu menolak sial dan membawa keberuntungan sehingga sering kali kita melihat para pelaut mentato dirinya dengan gambar binatang yang mana dipercaya bisa melindungi kru kapal dari kesialan.

    6. Cangkang Telur

    Selain bersiul ternyata cangkang telur juga bisa memanggil badai yang hanya membedakan yaitu cangkang telur digunakan oleh para penyihir untuk mendatangkan badai yang mana cerita orang dulu cangkang telur tersebut digunakan para penyihir sebagai perahu dan memanggil badai dan menenggelamkan kapal sehingga pada zaman itu semua orang diwajibkan untu menghancurkan cangkang itu agar penyihir tak menggunakannya.

    Dari beberapa mitos yang berkembang sampai sekarang masih banyak yang dipercayai oleh para pelaut akan tetapi ada juga yang tidak mempercayainya. Itu dari pribadi masing-masing.
     
    Artikel Terkait: